ASICS Institute of Sport Science (ISS) di Kobe adalah tempat di mana masa depan inovasi olahraga sedang dibentuk. Terletak di Nishi Ward, fasilitas ini lebih dari sekadar laboratorium riset standard. Sebagai pusat R&D berteknologi canggih, ISS mengklaim posisi unik dalam menerapkan sains berpusat pada manusia untuk mencapai potensi atletik puncak. Melalui teknologi mutakhir dan dedikasi terhadap inovasi, ISS mengubah data atlet menjadi perlengkapan yang fungsional dan bergaya untuk pemakaian sehari-hari.

Latar Belakang ISS: Dari Gurita ke Teknologi

ISS mungkin mulai beroperasi sejak 1985, namun tujuan dan inspirasinya merujuk kembali ke tahun 1951. Kihachiro Onitsuka, pendiri ASICS, mendapatkan ilham tidak terduga dari sepiring salad gurita. Cawan hisap gurita tersebut membangkitkan ide sol sepatu dengan daya cengkeram yang mengesankan. Transformasi ide sederhana ini menjadi sepatu basket inovatif membuktikan komitmen ASICS terhadap nilai inovasi. Sejarah unik ini tercermin pada keterlibatan ISS dalam memperkenalkan teknologi cutting-edge yang berakar dari ide sederhana namun penuh visi.

Teknik Biomekanika yang Mengguncang Dunia

Di jantung ISS adalah laboratorium biomekanika yang luar biasa. Laboratorium ini menggunakan sistem analisis gerak yang canggih untuk menganalisis setiap gerakan atlet. Dengan sistem capture-motion dan penggunaan kamera berkecepatan tinggi, setiap gerakan direkam secara mendetail. Data ini kemudian diproses untuk menciptakan desain sepatu dengan presisi tinggi, membantu atlet meminimalkan cedera dan mengoptimalkan performa. Data terperinci ini menjadi dasar dari inovasi material dan struktur sepatu yang dihasilkan ISS.

Daya Tahan dan Inovasi Lingkungan di ISS

Pemanfaatan Weather Simulator di ISS menggarisbawahi pendekatan menyeluruh terhadap kondisi atletik. Dengan kemampuan mengontrol suhu dan kelembapan secara presisi, simulator ini memungkinkan uji coba dalam berbagai kondisi lingkungan. Selain itu, ISS menggunakan simulasi robotik untuk pengujian daya tahan sepatu dengan meniru pola lari manusia. Ketelitian dan efisiensi dalam pengujian ini menerapkan pendekatan rigor mortis pada desain sepatu, memastikan standar tinggi kemampuan dan ketahanannya.

ASICS SportStyle: Gabungan Fungsional dan Mode

Pentingnya ISS diperkuat dengan peran ASICS SportStyle dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam sepatu lifestyle. Divisi ini mencapai keseimbangan antara performa dan estetika, menawarkan sepatu yang tidak hanya nyaman tetapi juga stylish. Kolaborasi dengan nama-nama besar seperti JJJJound dan Kith menunjukkan dedikasi ASICS terhadap kemitraan yang kuat, tanpa mengesampingkan kualitas dan inovasi. Produk yang dihasilkan menyerupai sinergi antara keunggulan teknis dan elemen desain yang menarik.

Kolaborasi sebagai Penggerak Utama

Kolaborasi di ASICS bukan hanya sekadar trend; melainkan esensi dari strategi mereka yang berfokus pada kekuatan sinergi kreatif. Alvaro Moreno de la Cruz, Global Head of Marketing, menegaskan pentingnya selektivitas dalam memilih mitra kolaborasi. Ryan Cua menyoroti proyek dengan Kiko Kostadinov yang telah membantu mendefinisikan kembali konsep footwear. Kolaborasi ini membentuk masa depan industri sepatu dengan produk yang menantang batas.

Konklusi: Keunggulan di Garis Depan

ISS berdiri sebagai simbol dedikasi ASICS dalam menghadirkan keunggulan olahraga melalui inovasi sains. Dalam setiap langkah dan kolaborasi, tujuan utama mereka tetap jelas: membuka potensi manusia untuk tingkat atletik tertinggi dengan dasar filosofi “Anima Sana In Corpore Sano” (Jiwa Sehat dalam Tubuh Sehat). Fasilitas di Kobe ini lebih dari sekadar laboratorium; ini adalah tempat di mana sains dan olahraga bersatu demi inovasi untuk semua, dari atlet hingga penikmat gaya hidup kasual.